Wahai Tuhanku,
Aku menunggu.
Menunggu saat nanti hati aku kembali terasa penuh lagi,
menunggu saat nanti yang aku bisa kembali menyebut bahwa
Demi Allah,
Tuhanku memang memperkenankan doa.
Bisa jadi yang aku mahukan itu tidak baik untukku,
kerna pengetahuan aku itu mungkin ibarat kuman di lautan
dan lautan itu adalah pengetahuan Tuhanku.
Aku masih menunggu,
dan kadang penantian ini memang terasa melelahkan,
tapi tak apa,
asal nanti,
bila Tuhanku memberi,
pemberiannya pasti banyak.
Bila Tuhanku mengganti,
gantiannya pasti lebih baik.
No comments:
Post a Comment